Centre for Middle Eastern Studies
Universitas Muhammadiyah Malang
Centre for Middle Eastern Studies
Universitas Muhammadiyah Malang

Kelompok Penelitian

 

CoMES Research Clusters

 

Anggota CoMES berkewajiban menghasilkan minimal 1 (satu) karya ilmiah berbasis penelitian dalam bentuk artikel jurnal maupun makalah setiap satu tahun. Dalam menjalankan penelitian tersebut, anggota CoMES terbagi menjadi beberapa kelompok kajian (clusters), yakni:

 

Islam, Radikalisme dan Terorisme di Timur Tengah

Ketua cluster:    M. Qobidl `Ainul Arif, S.IP., M.A.

                       Research Fellow

Isu mengenai radikalisme dan terorisme, terutama yang dikaitkan dengan paham keagamaan tertentu sangat mengemuka pada satu dekade terakhir ini. Peristiwa peledakan gedung kembar WTC di New York tahun 2001 dipercaya telah dikendalikan oleh kelompok teroris Al Qaeda yang mempunyai jaringan kuat serta pendukung fanatik di Timur Tengah. Akar perlawanan kelompok teroris pun memiliki relasi kuat dengan permasalahan konflik Arab-Israel dan kehadiran pasukan AS di Timur Tengah.

Fenomena terorisme yang dilakukan oleh kelompok militan Islam ternyata tidak hanya dipicu oleh masalah pendudukan Israel atas tanah Palestina, namun sebagaian besar justru disebabkan oleh adanya proses radikalisasi pemahaman teologis yang menghasilkan ideologi jihad global.

Kelompok kajian ini dibentuk dengan tujuan memberikan perhatian terhadap isu-isu terorisme, proses terbentuknya ideologi teror melalui radikalisasi, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melawan tindak kekerasan dan teror baik yang dilakukan oleh individu/ kelompok maupun negara (state terrorism).

Area penelitian:

-         Isu mengenai Islam dan terorisme.

-         Radikalisasi kelompok Islam militan.

-         Rasionalisasi ideologi jihad global.

-         Terorisme individu, kelompok dan negara.

-         Upaya deradikalisasi individu/ kelompok pelaku teror.

 

Gender, Islam dan Politik di Timur Tengah

Ketua cluster:    Amaria Qori’ Ula, S.IP

                       Research Fellow

Budaya patriarkhi yang sangat melekat di dalam masyarakat Timur Tengah acap kali membuat posisi perempuan lebih ditempatkan sebagai obyek daripada subyek. Kehadiran Islam pada abad ke 7 Masehi mencoba menggugat tradisi masyarakat Arab ketika itu yang menempatkan posisi perempuan nyaris di titik nadir dalam struktur sosial mereka.

Di era modern sekarang ini, permasalahan gender di Timur Tengah justru semakin mengemuka dan menjadi topik tuntutan oleh sekian banyak gerakan perempuan. Isu-isu yang mereka angkat diantaranya adalah mengenai minimnya keterwakilan perempuan dalam struktur politik, banyaknya peraturan pemerintah yang dinilai masih mendiskriminasi perempuan serta mengenai pertarungan antara nilai-nilai konservatifme versus modernisme dalam menempatkan kebebasan perempuan.

Area penelitian:

-         Diskriminasi perempuan dalam kebijakan pemerintah Timur Tengah.

-         Gerakan sosial perempuan.

-         Perempuan dan Politik di Timur Tengah.

-         Konservatifme budaya Arab versus feminisme budaya Barat.

 

Konflik Arab-Israel, Masalah Pengungsi Palestina dan Gerakan Islam

Ketua cluster:    M. Syaprin Zahidi, S.IP.

                       Research Fellow

Banyak pengamat politik, budaya maupun agama yang mengatakan bahwa pusat konflik peradaban dunia saat ini memiliki akar dari konflik Arab-Israel. Konflik tersebut memiliki dimensi yang sangat kompleks dari aspek historis, keterlibatan negara-negara superpower hingga legitimasi agama. Tak heran jika kemudian banyak gerakan Islam yang mendasarkan ide perjuangan mereka demi tujuan membantu penderitaan saudara mereka di Palestina dan untuk pembebasan Al Aqsha.

Berlarutnya konflik Arab-Israel juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran dalam jangka waktu yang lama sehingga mengganggu stabilitas keamanan dan politik negara-negara di sekitar area konflik. Hal ini menimbulkan permasalahan tersendiri mengingat para pengungsi dalam jumlah besar seringkali juga mempengaruhi kondisi ekonomi serta memicu permasalahan sosial baru.

Area penelitian:

-         Akar historis dan ideologis konflik Arab-Israel.

-         Negosiasi damai Israel-Palestina.

-         Konflik internal Palestina (HAMAS-Fatah) dan Politik Luar Negeri Israel.

-         Masalah pengungsi Palestina dan Gerakan Islam di tanah diaspora.

 

Pembagian cluster berdasarkan kebutuhan penelitian pada tahun ini. Selain tiga cluster diatas yang telah ditetapkan, terdapat beberapa cluster yang akan ditawarkan, yakni:

 

*      Politik Luar Negeri dan Isu Keamanan Timur Tengah

*      Ekonomi Politik Timur Tengah, Isu Etnis dan Regionalisme

*      Teologi dan Pemikiran Politik Syi`ah 12 serta Transformasi Sosial-Religius Masyarakat Syi`ah Modern

*      Kajian Post-Kolonial Afrika Utara

Shared: